Kamis, 12 Oktober 2017 16:39:27 WIB Dilihat : 68 kali

Kebutuhan dunia terhadap minyak dan gas bumi semakin meningkat seiring dengan perkembangan teknologi mesin yang menggunakan bahan bakar minyak yang semakin pesat. Hal ini yang membuat para ahli dan ilmuwan terus berupaya untuk mengembangkan pengetahuan guna mendapatkan hasil produksi yang maksimal. Selama ini informasi seismik masih memiliki keterbatasan terutama mengenai resolusi data seismik. Namun para ilmuwan dan peneliti terus berusaha untuk memperoleh informasi data seismik yang lebih rinci. Informasi yang dimaksudkan adalah informasi mengenai besaran-besaran fisika batuan reservoir yang berada dibawah permukaan bumi. Hal ini disampaikan oleh Prof.Dr.rer.nat.Umar Fauzi (guru besar Departemen Fisika FMIPA ITB) di depan mahasiswa bidang minat Geofisika program studi Fisika FST UIN Sunan Kalijaga yang bertempat di Meeting Room Laboratorium Terpadu UIN Sunan Kalijaga.

Prof. Umar, yang merupakan guru besar di bidang Fisika Batuan lebih jauh menjelaskan bahwa metode seismik yang kini telah berkembang begitu pesat mengarah pada seismik lithologi dan petrofisika yang mampu menghasilkan informasi-informasi yang lebih detil dan akurat untuk memperkirakan karakter lithologi suatu jenis batuan reservoir bawah permukaan, seperti porositas dan permeabilitas untuk keperluan eksplorasi dan eksploitasi migas secara efektif dan efisien. Batuan reservoir harus menyandang dua sifat fisik penting yaitu harus mempunyai porositas yang memberikan kemampuan untuk menyimpan, dan juga kelulusan atau permeabilitas. Jadi secara singkat dapat disebut bahwa batuan reservoir harus berongga-rongga atau berpori-pori yang berhubungan. Porositas dan permeabilitas sangat erat hubungannya, sehingga dapat dikatakan permeabilitas tidak mungkin tanpa adanya porositas, walaupun sebaliknya belum tentu demikian.

Oleh karena itu, lanjut Prof. Umar, diperlukan metode yang mampu memberikan informasi yang detail mengenai besaran fisis sehingga kegiatan eksploitasi migas dapat lebih efisien. Metode tersebut adalah Digital Rock Physics (DRP). Digital Rock Physics (DRP) merupakan metode berbasis citra digital sebagai salah satu alternatif metode untuk mencari besaran-besaran fisis dari sampel batuan agar lebih efektif. Metode DRP masih dapat dikatakan ilmu baru, dikarenakan metode ini baru berkembang pada tahun 1990. Metode ini mampu memberikan informasi yang detail tentang kondisi batuan hingga level porinya, dan bahkan dapat mensimulasikan aliran fluida dan mengidentifikasi tipe fluida yang mengalir. Metode ini jauh lebih murah dibandingkan metode geofisika lainnya. Hal ini dikatakan Prof. Umar karena kita hanya membutuhkan perangkat komputer dan kemampuan komputasi. Kemampuan komputasi dapat dimiliki oleh setiap mahasiswa secara gratis asalkan ada kemauan untuk belajar. Oleh karena itu, Prof. Umar berharap akan banyak mahasiswa dan ilmuwan fisika batuan terutama Digital Rock Physics dari Program Studi Fisika FST UIN Sunan Kalijaga.

Dalam kesempatan ini pula, Prof. Umar menyampaikan bahwa sebagai umat muslim seyogyanya kita tidak hanya belajar ilmu fisika batuan, tetapi juga harus punya value dari ilmu tersebut. Value itu adalah dengan memberikan ekspresi ketika kita belajar sesuatu berupa ungkapan rasa syukur kepada Allah dan memuji atas kebesaran Allah serta mengagumi atas ciptaan-Nya sehingga dapat menambah keimanan kita. Nah, hal ini yang harusnya dimiliki oleh mahasiswa dan alumni Fisika UIN Sunan Kalijaga dan merupakan keunggulan tersendiri dibandingkan dengan universitas lainnya.

Berita Terkait

Berita Terpopuler

Arsip Pengumuman
Arsip Berita
Arsip Agenda
Arsip Kolom