Peduli Kondisi Lingkungan, Mahasiswa Prodi Fisika Peroleh Medali Emas Di PIONIR IX Tingkat Nasional

Gelaran Pekan Ilmiah Olahraga Seni dan Riset (PIONIR) IX 2019 resmi di tutup oleh Dr. Imam Safe’i, M.Pd. selaku Sekretaris Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Sesditjen Pendis) Sabtu (20/7) malam di UIN Malang. Event dua tahunan yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia tahun ini di ikuti oleh 3.292 mahasiswa dari 58 Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri Islam (PTKIN) Se-Indonesia.

UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta berhasil memperoleh total 10 medali dan menduduki peringkat lima besar klasemen umum. Salah satu medali emas yang diraih UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta disumbangkan oleh Galih Padmasari dari program studi Fisika, Fakultas Sains dan Teknologi yang bertanding pada cabang lomba karya tulis ilmiah sains dan teknologi.

Mahasiswi Fisika angkatan 2015 ini berhasil menyisihkan 57 peserta dari Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri Islam (PTKIN) lain. Galih sapaan akrab sehari-harinya menuturkan dari 57 peserta karya tulis ilmiah dipilih 10 peserta terbaik untuk mempersentasikan hasil riset nya di depan juri.

Riset yang dilakukan mahasiswi bimbingan Asih Melati, S.Si., M.Sc. yaitu mengenai mengenai batuan zeolit alam Tasikmalaya yang sudah dimodifikasi bisa berfungsi sebagai penyerap limbah logam cair di pabrik pengolahan logam dan industri biji besi. Dasar dara kelahiran Bantul melakukan riset tersebut adalah persoalan limbah hasil pabrik yang tidak mudah terurai oleh tanah menjadi problem serius dan perlu ada solusinya. Dia berharap dengan risetnya tersebut bisa mengurangi pencemaran lingkungan di sekitar pabrik pengolahan logam dan industri biji besi di Yogyakarta. Logam berat yang sulit terurai di tanah akan terserap masuk ke batu zeolit alam yang termodifikasi.

Riset yang dilakukan di Laboratorium Terpadu UIN Sunan Kalijaga dan LIPI Tangerang Selatan yaitu dengan melakukan modifikasi pori batuan zeolite alam untuk menjadi partikel nano pori. Beberapa variasi perlakuan yang dilakukan yaitu dengan cara zeolit di steam dalam H2O, KOH 1M, NH4OH 1M yang dilanjutkan dengan diimpregnasi menggunakan Fe(NO3)3.9H2O (besi nitrat) agar memiliki sifat magnetik sehingga dalam penyerapan limbah logam lebih efektif.

Sambung Galih, dari hasil analisis yang diperoleh diketahui bahwa pori terbesar dimiliki pada zeolit steam H2O dan yang memiliki pori terkecil adalah zeolit dengan steam NH4OH. Oleh sebab itu dari hasil penelitian ini zeolite yang di steam NH4OH memiliki hasil terbaik karena secara teori semakin kecil ukuran pori maka luas permukaanya semakin besar sehingga daya adsorbansinya juga semakin baik.

Sementara itu diwawancarai di tempat berbeda, Kepala Prodi Fisika Dr. Thaqibul Fikri Niyartama, S.Si., M.Si. merasa bersyukur dan mengapresiasi atas prestasi mahasiswa prodi Fisika. Hal ini bisa tercapai karena semua elemen mendukung mulai dari dukungan Prodi, Fakultas dan Universitas untuk memberi ruang bebas kepada mahasiswa untuk berdiskusi betukar ide kreatif dengan grup risetnya membahas penelitian dan tema tugas akhir di laboratorium.

Lanjut Fikri, selama ini dari tiga grup riset yang ada yaitu Fisika Instrumentasi, Fisika Material dan Geofisika selalu mengarahkan mahasiswa untuk mengembangkan budaya riset sesuai keinginannya sendiri. Biasanya tiap grup riset mempunyai jadwal rutin masing-masing untuk berdiskusi baik antara mahasiswa dengan dosen ataupun antar mahasiswa itu sendiri.